(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Bantuan non tunai akan diterima oleh 230 ribu penerima manfaat atau keluarga tidak mampu yang menerima beras sejahtera (Rastra) di Riau pada 2019 mendatang. Adapun masyarakat penerima hanya diberi kartu yang berisi saldo setiap bulannya Rp110 ribu. Selama ini, para penerima manfaat itu menerima bantuan Rastra.
"Tahun depan itu tidak lagi mendistribusikan beras, tapi non tunai dalam bentuk kartu keluarga sejahtera (KKS) yang digunakan nanti oleh penerima manfaat untuk mendapatkan beras dan telur," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Riau, Dahrius Husein, Jumat (12/10/2018) kemarin.
Polanya, terangnya, nanti dengan sistem dipusatkan distributor penyalur bantuan sosial masyarakat penerima manfaat tersebut, menyediakan beras dan telur.
"Apakah itu e-warung atau koperasi atau warung-warung yang ada dan sudah ditetapkan untuk teransaksi KKS itu. Jadi, sudah ada standarnya beras 10 kilogram dan telur satu papan," jelasnya.
Akan tetapi, ada masukan dari beberapa wilayah, yang mengusulkan, apakah bisa beras diganti dengan kebutuhan lainnya, seperti minyak goreng dan lainnya. Hal itu sendiri masih dalam pembahasan.
"Cuma memang kemarin, ada juga pertanyaan, kalau seandainya beras di suatu daerah sudah banyak diproduksi, apakah KKS itu tidak boleh dibelikan minyak goreng misalnya? Nah, itu masih dalam pembahasan," sebutnya.
Dia memaparkan, saat ini memang sudah dimulai penerapannya, yakni e-koperasi, yang sudah dimulai pada 2018 ini oleh Pekanbaru dan Dumai, meski baru tahap peluncuran.
"Tentunya, sekarang persiapan seluruh kabupaten/kota yang 2019 nanti nontunai agar menyediakan tempat masyarakat mendapatkan beras dan telur itu dalam bentuk belanja secara elektronik," bebernya.
Penyaluran penerima manfaat ini sejauh ini masih dilakukan Bulog dan sempat mengalami kesulitan untuk wilayah yang aksesnya jauh dari pusat perkotaan.
"Jadi, ada penyalurannya sekarang itu sampai per dua bulan atau tiga bulan karena ada wilayah yang memang jangkauan untuk mobilitas beras itu, tidak memiliki transportasi reguler, sehingga dia Carter. Kalau itu dibuatkan bulanan itu dia mengeluarkan cost cukup besar sehingga dia mengambil tiga bulanan atau dua bulanan," ungkapnya.
Wilayah yang aksesnya jauh itu, sambungnya, antara lain, Rohil, Meranti, dan Indragiri Hilir.
"Biasanya untuk daerah-daerah pesisir seperti Rohil, Meranti, termasuk Inhil. Di Inhil itu kalau laut sedang surut kapal-kapal itu kan tidak bisa merapat. Paling sulit kalau kondisinya seperti ini, maka penyaluran juga dilakukan per tiga bulan," tandasnya. (rzt)
https://mail.riauhits.com/berita-tahun-depan-penerima-rastra-akan-terima-kks-untuk-dapatkan-beras-dan-telur.html
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Comments (3)
https://mail.riauhits.com/berita-tahun-depan-penerima-rastra-akan-terima-kks-untuk-dapatkan-beras-dan-telur.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply