Perayaan Hari Besar Bodhisatva Mahasthamaprapta Pekanbaru Ditutup Dengan Sembahyang Bersama

Logo

RIAUHITS.COM (PEKANBARU) - Pada Hari Minggu, Tanggal 24 dan 25 Maret 2019, Bertempat di persamuan Umat Buddha Bodhisattva Mahasthamaprapta Jalan Sempurna Gang Flamboyan No. 2 C, Pekanbaru di laksanakan perayaan hari Besar Bodhisatva Mahasthamaprapta atau yang di kenal dengan nama lain Se Thian Putco.

Serangkaian kegiatan sebelum perayaan hari besar telah di laksanakan oleh Persamuan yakni pada Tanggal 17 Maret 2019 melakukan kunjungan kasih ke Panti Asuhan Rumah Bahagia yang beralamat di Jalan Sidorukun Gang Ilham Pekanbaru, dan pada hari Minggu Pagi dilakukan Fangshen Belut dan Ikan ke alam bebas.

Menurut Wakil Ketua Persamuan yang sekaligus Ketua Panitia Akang, bahwa perayaan Hari Besar  ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, di mulai dengan pembacaan Sutta (Liamkeng) yang dipimpin oleh Ramani Alissa yang hadiri oleh Anggota Sangha Agung Indonesia (SAGIN) serta Umat Persamuan. Anggota Sangha Agung Indonesia di pimpin oleh Bhante Bhadracaga Adicca dan Samanera Sandia Wijaya

Dalam Dhammadesananya Bhante Bhadracaga Addica menyampaikan bahwa Yang Mulia Bodhisattva Mahasthamaprapta merupakan salah satu Bodhisattva yang dipuja dan dihormati oleh umat Buddha Mahayana, dan juga merupakan salah satu Bodhisattva terkemuka dalam aliran Sukhavati (tanah suci). Namanya berasal dari bahasa sansekerta yang mengandung arti “yang telah mencapai kekuatan universal”, atau dihormati dan dipuja sebagai manifestasi dari Maitri Karuna (Cinta Kasih dan Belas Kasihan). Bodhisattva Mahasthamaprapta atau Ta She Ce Phu Sa merupakan pencerminan dari sifat Ah Mi Thuo Fo (Amitabha Buddha), yaitu: kebijaksanaan, sedangkan Kuan Yin Phu Sa mencerminkan kewelas asihannya. Ta She Ce Phu Sa mencapai tingkatan Bodhisattva setelah melewati dan melaksanakan praktek Dharma dan selalu menyebut nama Buddha pada masa itu.

Nama Bodhisattva Mahasthamaprapta memiliki arti: "Bodhisattva yang Mencapai Kekuatan Agung". Seperti yang diutarakan dalam Sutra Amitayur Dhyana (Guan Wu Liang Shou Jing): "Dengan kekuatan kebijaksanaan, mencabut penderitaan tiga alam rendah (neraka, setan, hewan) agar memperoleh kebahagiaan tertinggi, karena itu disebut sebagai Maha-sthama-prapta." Sedang Sutra Visesacintabrahma-pariprccha (Si Yi Jing) mencantumkan: "Saya menapakkan kaki di satu tempat, bergetarlah alam tiga ribu maha ribu dan istana Mara, sebab itu disebut sebagai Maha-sthama." Imbuh Bhante

Makna nama Maha-sthama-prapta (Dashizhi) dapat diartikan pula sebagai berikut. Maha (Da) menunjukkan arti pencapaian Tubuh Dharma (Dharma-kaya) yang besar dan agung; Sthama (Shi) adalah kekuatan pencapaian kebijaksanaan yang menghancurkan kegelapan batin (internal) dan menundukkan godaan Mara (eksternal); sedang Prapta (Zhi) adalah pencapaian Pencerahan yang mendekati kebuddhaan.

Untuk itu Beliau menghimbau kepada semua umat persamuan agar bisa meneladani sifat-sifat Bodhisatva Mahasthamaprapta untuk mencapai tingkat Kesucian.

Selain kegiatan pada Malam senin, Akang juga mengatakan bahwa pada hari Senin (25/3) akan dilaksanakan Fangshen Burung dari Umat Persamuan. “Jadi selain sembahyang bersama kita akan melaksanakan Fangshen”.

Dihadiri kurang lebih 100an umat, acara perayaan di tutup dengan pelimpahan jasa dengan pembacaan Sutta serta sembahyang bersama dan ramah tamah. (rls)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://mail.riauhits.com/berita-perayaan-hari-besar-bodhisatva-mahasthamaprapta-pekanbaru-ditutup-dengan-sembahyang-bersama.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)