Mapala Humendala Unri Lakukan Pendakian ke Tujuh Puncak Tertinggi di Dunia

Logo
Konferensi pers pelepasan tim XPDC Sevent Summit Mapala Humendala FEB Unri.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Pada 3 hingga 14 November 2018, Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Hubungan Mahasiswa Ekonomi dengan Alam (Humendala)  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau (Unri) akan melakukan pendakian Gunung Kilimanjaro di Tanzania, Afrika.

Pendakian Gunung Kilimanjaro itu merupakan bagian dari Seven Summit Ekspedition Mapala Humendala. Adapun Gunung Kilimanjaro adalah puncak kedua dari tujuh puncak tertinggi di dunia yang akan didaki Mapala Humendala.

“Ini merupakan merupakan pendakian kedua dalam ekspedisi Seven Summit Mapala Humendala dan menjadi kebahagiaan bagi kami untuk dapat menyelesaikan ekpedisi,” ucap Ketua Mapala Humendala, Yemima Adhelia.

Sebelumnya, Mapala Humendala pada 1996 silam melalui timnya berhasil mendaki puncak Cartenz, Gunung Jaya Wijaya, di Papua. Seven summits sendiri merupakan nama bagi tujuh puncak gunung tertinggi di dunia, yang mewakili tiap benua yang ada di dunia, yakni Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Antartika.

Seven Summit meliputi Gunung Jaya Wijaya di Indonesia (4.884 mdpl), Gunung Vinson di Antartika (4.897 mdpl), Gunung Elburs di Rusia (5.642 mdpl), Gunung kalimanjaro di Tanzania (5.895 mdpl), Gunung Aconcagua di Argentina (6.962 mdpl), Gunung Denali di Alaska (6.194 mdpl), dan Gunung Everest di perbatasan Nepal dan Tibet (8.848 mdpl).

Dalam upacara pelepasan TIM XPDC sevent summit itu tampak hadir Plt Gubernur Provinsi Riau yang diwakili oleh Kadispora Riau, Doni aprialdi; Wahyu Hamidi selaku Wakil Dekan III FEB Unri; Direktur Eksekutif WALHI Riau, Riko Kurniawan; Okto Yugo selaku Wwakil Koordinator JIKALHARI, NGO/LSM yang ada di Riau, Mapala se-Pekanbaru, dan civitas akademi yang ada di Universitas Riau.

Pendakian itu mendapata apresiasi dari kadispora karena tahu bahwa kegiatan pendakian tersebut memberikan semangat pantang menyerah. Dengan apreiasi itu, kadispora mendukung penuh kegiatan itu dan berharap mapala Humendala bisa melanjutkan ke pucak-pucak tertinggi dunia selajutnya.

"Untuk kegiatan pendakian berikutnya agar membuat proposal dan diajukan ke pemerintahan dan pihak swasta karena dalam pendakian ini membutuhkan biaya yang besar," sebutnya.

“Tentunya untuk dapat melakukan ekspedisi Seven Summit ini perlu persiapan serta dukungan yang besar dari berbagai pihak. Kami juga berterima kasih kepada para pihak yang telah memberikan dukungan hingga dapat akan dilaksanakannya pendakian ke Gunuung Kilimanjaro ini, khususnya kepada tim yang akan melakukan pendakian ke gunung tertinggi di Afrika tersebut,” imbuh Yemima.

Adapun pendakian ini diharapkan menjadi ajang promosi dan membawa nama Universitas Riau dan Provinsi Riau serta budaya Melayu Riau agar lebih dikenal oleh dunia internasional sebagai wujud mendukung Provinsi Riau sebagai pusat Melayu dunia.

Sementara itu, menurut Erdy Damanik, Ketua Tim Ekspedisi, selain ajang promosi, pendakian itu juga dimaksudkan untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya penyelamatan lingkungan untuk menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim. Pasalnya, pemanasan global yang diakibatkan perusakan hutan, kebakaran hutan gambut serta polusi udara akibat industri dan transportasi mengakibatkan penurunan jumlah salju di Gunung Kilimanjaro yang sangat signifikan setiap tahunnya.

Bahkan, menurut penelitian University of Otago di New Zealand, salju di puncak Gunung Kilimanjaro akan hilang pada 2030.

“Penting bagi kami pada pendakian ini untuk juga akan menyampaikan pesan pentingnya memperbaiki lingkungan, pencemaran udara agar dapat menekan laju pemanasan global dan perubahan iklim,” ucapnya.

Dia berharap, pendakian itu dapat memberikan pemahaman kepedulian terhadap lingkungan agar generasi hari ini dan penerus nanti tetap dapat menikmati yang diberikan alam kepada manusia, udara yang sehat, dan sumber-sumber kehidupan lainnya yang disediakan oleh alam dan lingkungan.
Selain itu, harapannya adalah agar Seven Summit Ekspedition Mapala Humendala dapat terus berlanjut dan segera menyelesaikan pendakian di tujuh puncak tertinggi di Dunia.

Wahyu Hamidi selaku Wakil dekan III FEB Unri menyebut, kegiatan itu bisa memberikan semangat dan motivasi yang kuat kepada seluruh mahasiswa bahwa tidak ada yang tidak bisa dicapai selama tetap yakin dan  berusaha.

"Dengan dilaksanakannya pendakian ini akan membuat nama Fakultas Ekonomi dan Bisis Universitas Riau, terutama Mapala Humendala bisa dikenal di kancah internasional," imbuhnya. (rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://mail.riauhits.com/berita-mapala-humendala-unri-lakukan-pendakian-ke-tujuh-puncak-tertinggi-di-dunia.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)