ASN Pemko Pekanbaru Diinstruksikan Pakai Baju Melayu selama Gelaran MTQ Ke-52
- Senin, 25 Maret 2019
- 941 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Aksi demontrasi dengan tuntutan agar Pemko Pekanbaru merevisi Perwako nomor 7 tahun 2019 karena sudah menghapus Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) kembali digelar para guru ASN tingkat SD dan SMP se-Pekanbaru, Senin (25/3/2019). Aksi itu diketahui menjadi yang keenam kalinya hingga saat ini.
Aksi itu akan dimulai di Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru dan kemudian para guru akan melakukan long march ke Kantor Wali Kota Pekanbaru. Akibat aksi itu, para guru terpaksa meninggalkan murid dan menitipkan ke guru yang tidak ikut aksi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Ridwan, staf pegawai di SDN 78 Pekanbaru, menyatakan bahwa di sekolahnya ada beberapa guru yang ikut aksi hingga siang nanti. Para guru itu sudah memberikan tugas kepada siswa yang diajarnya dan menitipkan kepada guru yang tidak berangkat.
"Meski ada aksi, kegiatan belajar mengajar tidak boleh berhenti atau libur," tuturnya.
Ia menerangkan, aksi yang sudah menginjak kali keenam dilakukan itu tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Meski begitu, jika tuntutan guru tersebut tidak digubris dan aksi terus berlanjut, tentu sedikit banyak akan berpengaruh ke siswa itu sendiri.
"Kalau sekarang pengaruhnya masih belum kelihatan," tutupnya.(rzt)
Comments (3)
https://mail.riauhits.com/berita-guru-sd-dan-smp-di-pekanbaru-kembali-gelar-aksi-demo-pada-hari-ini.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply