Penyusunan Rencana Aksi Riau Hijau, Syamsuar-Edi Libatkan Masyarakat hingga NGO
- Senin, 11 Maret 2019
- 844 likes
Ini Tanggapan Mendikbud soal Pencabulan oleh Oknum Guru dan Kepsek di Riau
- Sabtu, 09 Maret 2019
- 844 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Unjuk rasa menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan konflik lahan kembali digelar oleh masyarakat Koto Aman, Tapung Hilir, Kampar, dengan mendatangi kantor DPRD Riau, Pekanbaru. Tuntutan itu kembali dilayangkan massa aksi karena dalam kunjungan ke Riau empat bulan silam, Jokowi pernah berjanji akan menyelesaikan konflik lahan mereka.
Di dalam gedung DPRD Riau, saat demo itu berlangsung, sedang digelar rapat paripurna yang dihadiri langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Menurut Koordinator Lapangan aksi massa, Dapson, masyarakat kembali mendatangi DPRD untuk menagih janji pemerintah. Ia menyebut, lahan desa mereka diserobot mulai tahun 1991 oleh PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL). Total lahan masyarakat yang diserobot PT SBAL, sambungnya, adalah 1.500 hektare.
"Kami tak akan mundur, sebelum tuntutan kami dipenuhi, yaitu kembalikan lahan masyarakat yang diserobot PT SBAL," tegasnya.
Diakuinya, pihaknya kecewa dengan sikap pemerintah yang seakan tak peduli atas nasib yang menimpa mereka.
"Masa iya rakyat dibiarkan luntang lantung di bawah kolong jembatan, sudah 7 hari 7 malam kami berjuang, tak pernah sekalipun kami di flyover ditengok gubernur. Karena apa bapak ibu? Karena kami ini miskin, tak diperhatikan," jelasnya.
Massa aksi sejauh ini masih mengepung kedua pintu pagar DPRD dan berharap agar gubernur serta anggota dewan menemui mereka.(rzt)
Comments (3)
https://mail.riauhits.com/berita-warga-koto-aman-kepung-dprd-riau-berharap-tuntutan-pengembalian-lahan-dipenuhi.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply