Venue Eks PON Riau 2012 Masih Terbengkalai, Ini Permintaan KONI Riau

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Cabang olahraga (cabor) dan atlet terkait terpengaruh oleh masih adanya sejumlah Venue Eks PON Riau 2012 yang terbengkalai dan tidak dimanfaatkan. Menurut Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau Emrizal Pakis, pembinaan atlet terutama untuk menembak, boling, dan biliar menjadi terhambat karena tidak ada tempat latihan.

"Kalau hal itu terus dibiarkan tentunya regenerasi atlet menjadi terganggu," katanya.

Karena itu, dia menegaskan, permasalahan venue terbengkalai seperti venue menembak, biliar, dan boling harus segera diselesaikan.

"Jangan terus dibiarkan berlarut-larut karena itu bisa sangat merugikan kami dan juga atlet," tegasnya.

Dipaparkannya, untuk cabor menembak, venuenya harus diselesaikan. Paling tidak dasarnya dulu, lantai atau plafonnya. Kemudian barang yang hilang itu segera diganti. Yang penting itu, tegasnya, bagaimana memanfaatkannya. Dijelaskannya, atlet menembak itu tidak hanya atlet-atlet senior atau atlet yang latihan di Jakarta saja.

Atlet-atlet yunior Riau saat ini sudah bermunculan, bahkan berhasil meraih medali pada PON Jabar 2016 lalu.

"Kendala mereka saat ini belum memiliki tempat latihan yang representatif," sebutnya.

Kemudian, cabor biliar. Di Venue Eks PON Riau 2012 lalu masih ada sekitar 22 meja biliar yang dibiarkan begitu saja, tapi Pengprov Pobsi Riau tidak bisa memanfaatkannya.

"Ini jelas sangat merugikan atlet karena selama ini atlet menjalani latihan harus menyewa rumah biliar yang ada di Pekanbaru dan itu tentunya membutuhkan biaya," jelasnya.

Hal yang sama juga menimpa cabor boling.

"Venue ada tapi tidak bisa dimanfaatkan untuk atlet. Kalau atlet mau latihan harus sewa di Jalan Riau dan di Rumbai. Perlu biaya yang besar," urainya.

Guna mengatasi hal itu, KONI Riau sudah melakukan pertemuan beberapa kali dengan masing-masing pengurus cabor dan juga instansi terkait, dalam hal ini Dispora Riau.

"Misalnya untuk biliar dan boling yang ada di Ritos atau Purna MTQ Pekanbaru, kita sudah melakukan pertemuan beberapa waktu lalu dengan Dispora Riau dan pengurus cabornya," ulasnya.

Di sisi lain, sebagai tindak lanjutnya KONI dan Dispora akan melakukan pertemuan dengan pihak pengelola.

"Jadi, setelah itu baru bisa ditetapkan siapa yang akan mengelolanya, diserahkan ke pengurus cabor atau ke pihak swasta," ungkapnya.

Sementara, soal venue menembak, imbuhnya, KONI sudah melakukan pertemuan dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin. Hasilnya perbaikan venue menembak akan dianggarkan oleh Dispora Riau pada 2019 nanti. Terkait venue-venue tersebut, dia minta agar segera dibentuk tim untuk menanganinya.

"Kami pernah memberikan solusi pengelolaan venue diserahkan saja ke pihak ketiga, baik itu swasta maupun BUMD. Mereka itulah nantinya yang bertanggungjawab terhadap venue,” katanya.

Di samping itu, KONI Riau sudah melakukan pertemuan dengan Dispora Riau dan Badan Aset dan Daerah Riau terkait seluruh Venue Eks PON Riau 2012.

"Hasilnya sudah ada surat keputusan tentang sewa-menyewa venue," imbuhnya.

Soal sewa-menyewa itu, dia keberatan jika atlet-atlet yang menggunakannya untuk berlatih harus membayar karena tentu memberatkan.

"Apalagi sekarang venue sudah dibagi-bagi, ada yang ke kampus, misalnya panahan, bola voli di UIR dan anggar di Unilak. Perawatannya diserahkan ke kampus. Untuk itulah kita minta keringanan untuk cabor yang memakai stadion untuk pembinaan," tuntasnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://mail.riauhits.com/berita-venue-eks-pon-riau-2012-masih-terbengkalai-ini-permintaan-koni-riau.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)