Guru Long March ke Kantor Gubernur Riau karena Tak Digubris Pemko Pekanbaru
- Rabu, 20 Maret 2019
- 886 likes
(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Ratusan masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, yang masih berada di Kota Pekanbaru diminta untuk kembali ke kampung untuk menjalankan aktivitasnya sebagaimana biasa. Imbauan itu datang dari sang kepala desar, Sopian, usai bertemu Wakil Gubernur Riau, Edy Afrizal Natar Nasution.
Seruan itu diberikan karena aksi demo yang sudah dilakukan selama hampir dua pekan tersebut tidak membuahkan hasil dan sia-sia. Bahkan, masyarakat terlantar selama berada di Pekanbaru.
"Kami telah selesai bertemu dengan Pemprov Riau. Sesuai kesepakatan, saya berharap seluruh masyarakat Koto Aman pulang ke kampung halaman karena sudah sekian lama berada di Pekanbaru, kasihan keluarga yang ada dikampung. Istilahnya, banyak yang susah keberadaan di sini tidak dapat mencari nafkah, hasilnya nol. Pulanglah ke kampung halaman," katanya di Kantor Gubernur Riau, Rabu (20/3/2019).
Usai berdemo selama lebih kurang dua minggu dan tidur di bawah jembatan fly over, imbuhnya, hasilnya tidak ada. Ia menyebut, yang diharapkan masyarakat sudah dijawab oleh pemerintah provinsi Riau dan perusahaan. Sebagai perwakilan pemerintah Kabupaten Kampar, pihaknya akan mencarikan solusi yang akan dijalani usai kesepakatan dengan perusahaan dan Pemprov Riau.
"Demo sana demo sini hasilnya tidak ada. Masyarakat pulang ke kampung saja. Kalau ada yang tertinggal, di luar tanggung jawab kami apa yang terjadi.
Nasib masyarakat nanti coba kami cari solusi melalui Pemda Kampar. Kami coba komunikasi bantu apa yang dapat diberikan kepada masyarakat. Hasilnya nol daripada terombang-ambing cari solusinya dengan Pemda," tuturnya.
"Kami siapkan kendaraan seperti bus untuk mobilisasi masyarakat pulang kampung. Kalau perlu perlu pinjam uang kami pinjam agar masyarakat sampai kembali ke kampung halaman," tegasnya.
Sementara itu, soal banyaknya masyarakat Koto Aman yang tidak memiliki KTP dan ikut aksi demo seperti yang disampaikan Wagubri, ia menyebut masyarakatnya semua ber-KTP. Kalau ada yang tidak memiliki KTP ia memastikan masyarakat tersebut masyarakat boncengan dan ikut-ikutan dalam aksi demo.
"Kalau menurut saya semuanya pakai KTP. Kalau tak ada yang pakai KTP, itu boncengan," tutupnya.(rzt)
Comments (3)
https://mail.riauhits.com/berita-kades-koto-aman-minta-masyarakatnya-pulang-ke-kampung-halaman.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply