Ini Kata Pengelola Pentas Lumba-Lumba di Pekanbaru Tanggapi Penolakan Masyarakat

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) PEKANBARU - Aksi menolak pertunjukan pentas lumba-lumba dan aneka satwa di depan kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru, tak jauh dari arena tempat berlangsungnya pertunjukan, Ahad (13/1/2019) sore, digelar oleh sejumlah masyarakat pecinta satwa.

Belasan orang itu dalam aksi mereka membawa spanduk yang isinya mengecam eksploitasi terhadap satwa. Koordinator aksi, Ridho Illahi, mengaku bahwa aksi itu merupakan edukasi agar masyarakat tidak ikut serta mendukung ekploitasi hewan.

"Ke depannya semoga tidak ada lagi sirkus satwa karena negara Indonesia adalah negara terakhir yang menggunakan sirkus satwa," katanya.

Menanggapi aksi itu, Manager Operasional pertunjukan pentas lumba-lumba dan aneka satwa, Tommy Alfredo, angkat bicara. Ia mengaku merespons aksi itu  dengan positif. Kata dia, di mana pun pihaknya mengadakan pertunjukan, baik di kota-kota besar maupun daerah lainnya, selalu ada pro dan kontra.

"Tapi dilihat dari segi positif saja, dalam artian, kami itu legal, izin semuanya ada, terus eksploitasi, itu yang dimaksud eksploitasi seperti apa? Kami penyayang  binatang, lumba-lumba kami kasih makan, kami ada dokter hewannya, kemudian dari segi kesehatan kami selalu sangat memperhatikan sekali dengan ikan-ikan yang segar," jelasnya.

Sebuah pertunjukan pentas lumba-lumba dan aneka satwa diketahui digelar di kawasan Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru. Pentas yang digelar mulai 12 Januari hingga 17 Februari 2019 itu tiketnya dijual seharga Rp50 ribu untuk umum dan Rp75 ribu untuk VIP. Tak hanya lumba-lumba, pertunjukan itu juga diisi dengan satwa beruang, berang-berang, burung kakak tua, dan satwa lainnya.(rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://mail.riauhits.com/berita-ini-kata-pengelola-pentas-lumbalumba-di-pekanbaru-tanggapi-penolakan-masyarakat.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)