Dari Dapur Sederhana Menuju Generasi Bebas Stunting: Tiga Dekade Pengabdian Yulianti

Logo
Kader Posyandu di Kelurahan Air Jamban, Duri Bengkalis menginisiasi dapur sehat dalam upaya menghadirkan makanan bergizi pencegahan stunting.

RIAUHITS.COM, DURI (28/03/2026) – Aroma masakan bergizi menyerbak dari sebuah ruko di Kelurahan Air Jamban, Kabupaten Bengkalis. Di sana, seorang wanita dengan senyum ramah tampak sibuk mengatur bahan pangan lokal. Beliau adalah Yulianti, sosok yang selama 30 tahun terakhir hidupnya dihabiskan untuk memastikan balita di lingkungannya tumbuh dengan layak.

Namun, pengabdian tiga dekade bukanlah jalan yang mulus. Jauh sebelum "Dapur Sehat Ruko Permata" berdiri, Yulianti adalah pejuang sunyi yang kerap berhadapan dengan tembok keraguan masyarakat.

Menembus Dinginnya Penolakan 

Mengubah pola pikir tak semudah membalik telapak tangan. Yulianti mengenang masa-masa di mana edukasi gizi darinya disambut dengan penolakan halus, bahkan pintu yang tertutup.

“Dulu kami sering bingung harus mulai dari mana, bahkan sempat menghadapi penolakan saat datang ke rumah warga,” kenangnya.

Tantangan ekonomi dan rendahnya literasi gizi membuat banyak keluarga menganggap pangan sehat sebagai kemewahan, bukan kebutuhan. Namun, bagi Yulianti, setiap balita yang kurang gizi adalah panggilan tugas yang tak bisa ia abaikan.

Titik Balik di Dapur Sehat

Angin segar berembus ketika program PHR Peduli Stunting (PENTING) hadir. Kolaborasi ini memberikan "senjata" baru bagi Yulianti dan rekan-rekan kadernya: ilmu dan fasilitas. Lewat inisiasi Dapur Sehat Ruko Permata, mereka tidak lagi sekadar menjalankan rutinitas administrasi Posyandu, melainkan menjadi "koki nutrisi" bagi komunitas.

Melalui pelatihan pengolahan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis komunitas, para kader kini mampu mengolah bahan lokal menjadi asupan bermutu tinggi. Pendekatan yang dulunya terasa kaku kini berubah menjadi personal dan hangat, perlahan menumbuhkan kepercayaan di hati warga.

Angka Yang Berbicara

Hasilnya bukan sekadar cerita. Di Kelurahan Air Jamban, gerakan ini telah menyentuh 22 penerima manfaat langsung, yang terdiri dari 15 balita dan 7 ibu hamil.

Secara lebih luas di Provinsi Riau, program PENTING telah menebar dampak bagi 908 orang di 22 desa. Dari jumlah tersebut, distribusi nutrisi khusus telah menjangkau 301 balita stunting (atau berisiko stunting) serta 94 ibu hamil dengan kondisi Kurang Energi Kronis (KEK).

Benteng Masa Depan

Bagi Yulianti, kebahagiaan sejati tidak diukur dengan materi. Melihat balita yang dulunya lesu kini mulai aktif dan tumbuh sehat adalah upah yang tak ternilai harganya.

"Saat melihat anak-anak mulai tumbuh lebih sehat, rasanya semua proses, lelah, dan tantangan yang kami lalui benar-benar terbayar," ujarnya dengan mata berbinar.

Manager Community Involvement & Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, melihat perjuangan ini sebagai bentuk ketangguhan luar biasa.

“Mereka membuktikan bahwa dari sebuah dapur swadaya, kita bukan hanya sedang menyiapkan menu tambahan, melainkan sedang membangun benteng pertahanan untuk masa depan generasi yang lebih baik,” tegas Iwan.

Menjelang Hari Kesehatan Internasional pada 7 April 2026 mendatang, kisah dari Air Jamban ini menjadi pengingat penting: bahwa kesehatan bangsa tidak hanya ditentukan di ruang rumah sakit, tetapi juga dimulai dari ketelatenan tangan para kader di dapur-dapur akar rumput. (dcp)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://mail.riauhits.com/berita-dari-dapur-sederhana-menuju-generasi-bebas-stunting-tiga-dekade-pengabdian-yulianti.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)