RENGAT (RIAUHITS.COM) - Warga asal Nias Feri (29) Perumahan Barak, Desa Banjar Balam, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) ditemukan tewas di areal perkebunan kelapa sawit. Kuat dugaan buruh harian lepas (BHL) di PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) itu tewas akibat disambar petir.
Kejadian nahas itu dialami korban pada Kamis (1/3) sekitar pukul 14.30 WIB. “Korban ditemukan di Afdeling OG Blok G7 perkebunan PT TPP, Desa Mekarsari, Kecamatan Lirik dengan kondisi tertelungkup diduga terkena sambaran petir, sehingga meninggal dunia,” ujar Paur Humas Polres Inhu Ipda Juraidi, Jumat (2/3) siang.
Dijelaskannya, korban bersama rekannya Yasman Ndraha (37) dan Serianto Zai (22) sedang istirahat sekitar pukul 12.10 WIB. Istirahat siang itu bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur areal perkebunan PT TPP khususnya di Afdeling OG Blok G 7 Desa Mekarsari Kecamatan Lirik. Dalam kondisi hujan, korban permisi kepada dua rekannya untuk mengambil pancang sekitar 500 meter dari tempat mereka istirahat.
Awalnya, kedua rekannya tidak menaruh curiga terhadap korban. Namun, hingga 1 jam lebih, korban tidak kunjung kembali. Karena korban tidak kunjung kembali dan hujan sudah mulai reda, kedua rekannya mencari korban. Sekitar pukul 14.30 WIB, korban ditemukan kedua rekannya tak jauh dari pancang diletakkan korban,” sebutnya.
Korban ditemukan oleh kedua rekannya dalam kondisi telungkup dan diperkirakan sudah tidak bernyawa. Sedangkan baju serta celana korban robek, serta ada bekas luka gores dan lebam menghitam di bagian tengkuk dan punggung. Dugaan sementara, korban meninggal akibat disambar petir.
“Untuk memastikan penyebab kematian korban, selanjutnya korban di bawa ke Puskesmas Lirik untuk dilakukan visum,” ucapnya.
Hasil visum tersebut terdapat luka lecet pada leher bagian belakang dan sejumlah bagian tubuh lainnya.***




Comments (3)
https://mail.riauhits.com/berita-buruh-perkebunan-pt-tpp-tewas-disambar-petir.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?
Reply