99 TKI Ilegal dari Malaysia Dipulangkan Melalui Dumai Sepanjang September 2018

Logo
Ilustrasi.

(RIAUHITS.COM) DUMAI - Pada September 2018, gelombang pemulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal melalui Dumai ternyata cukup masif. Sejauh ini, sebanyak 99 pekerja migran ilegal melalui Dumai telah dipulangkan Imigrasi Malaysia.

Adapun para pekerja itu terpaksa kembali ke tanah air usai menjalani proses hukum oleh otoritas Imigrasi Malaysia. Mereka terciduk Imigrasi setempat karena bekerja hanya berbekal paspor dan tanpa dokumen kerja. Menurut data dari Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) Dumai Wilayah Kerja BP3TKI Pekanbaru, ada empat gelombang pemulangan TKI ilegal melalui Dumai bulan ini.

Untuk gelombang pertama pada 6 September 2018. Saat itu ada 20 TKI ilegal terpaksa pulang lewat Dumai. Kemudian, pada 14 September 2018 sebanyak 20 TKI non prosedural dipulangkan ke tanah air dari Malaysia lewat Dumai. Puncaknya pada 14 September 2018, ada 40 TKI ilegal dipulangkan lewat Dumai. Gelombang pemulang terkini, Kamis (20/9/2018) kemarin. Imigrasi Malaysia kembali memulangkan 19 TKI ilegal lewat Dumai.

"Saat ini ada empat kali pemulangan. Terakhir ya Kamis sore kemarin," kata Koordinator P4TKI Dumai Wilayah Kerja BP3TKI Pekanbaru, Humisar Saktipan Viktor Siregar, Jumat (21/9/2018).

Para TKI dari Malaysia dipulangkan usai menjalani hukuman. Ada yang sempat dipenjara karena bekerja cuma berbekal paspor. Kemudian, ada pula yang sempat berada di kamp penampungan jelang kembali ke tanah air. Sejumlah pekerja migran yang dipulangkan Kamis sore masih menanti jadwal pemulangan ke daerah asalnya.

"Saat ini sebagian masih berada di Dumai. Sejumlah TKI non prosedural sudah pulang ke kampung halamannya," tuntasnya. (rzt)



BACA JUGA

Comments (3)

  • Logo
    - Tahmina Akthr

    https://mail.riauhits.com/berita-99-tki-ilegal-dari-malaysia-dipulangkan-melalui-dumai-sepanjang-september-2018.html Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Velit omnis animi et iure laudantium vitae, praesentium optio, sapiente distinctio illo?

    Reply

Leave a Comment



Masukkan 6 kode diatas)